Al Amin (Tidak) Puasa Korupsi

Al Amin (Tidak) Puasa Korupsi

- detikNews
Kamis, 10 Apr 2008 08:03 WIB
Al Amin (Tidak) Puasa Korupsi
Jakarta - Apakah benar anggota DPR dari Komisi IV Al Amin Nur Nasution terlibat kasus penyuapan? Yang jelas, KPK sudah menetapkan suami pedangdut Kristina itu sebagai tersangka. Padahal, Al Amin bertekad puasa empat hal, termasuk puasa korupsi.

Ada 4 puasa yang selalu diingat oleh anggota DPR dari PPP. Keempat puasa itu adalah puasa kekerasan, puasa penggusuran, puasa korupsi, dan puasa manipulasi.

Tentu Al Amin akan selalu ingat empat puasa ini setiap dia masuk ke ruang kerjanya di ruang bernomor 1630 di lantai 16 Gedung Nusantara I Gedung DPR, Jakarta. Maklum, stiker puasa empat hal ini tertempel jelas di pintu masuk ruangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Entah apakah stiker ini sebagai tekad Al Amin untuk menghindari empat hal 'haram' tersebut atau hanya sekadar pajangan. Penangkapan Al Amin di Hotel Ritz Carlton pada Rabu (9/4/2008) dini hari menandakan bahwa Al Amin sedang tidak puasa korupsi.

Dia ditangkap basah oleh KPK saat bersama dengan Sekda Bintan, Kepulauan Riau melakukan transaksi. KPK mengamankan bukti uang Rp 71 juta. Namun, penelusuran KPK, transaksi itu hanyalah bagian proses transaksi Rp 3 miliar, terkait upaya Bintan mendapat izin pengubahan status hutan lindung.

Saat ini, Al Amin dijadikan tersangka oleh KPK dan dititipkan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Mulai kemarin dan hari-hari selanjutnya, Al Amin akan terus menjalani proses panjang kasus hukum. PPP telah menonaktifkan Al Amin dari jabatannya sebagai Ketua DPW PPP Jambi.

Dilihat dari stiker yang menempel di ruang kerja Al Amin, politisi muda ini terlihat sebagai orang relijius. Selain menempelkan stiker Puasa Kekerasan, Penggusuran, Korupsi, dan Manipulasi, Al Amin juga juga menempelkan stiker bertuliskan 'Ucapkan Salam Sebelum Masuk'.

Kini, ruangan kerja di gedung DPR semakin tak tersentuh Al Amin. Stiker-stiker pesan moral itu mungkin tak akan dilihat lagi oleh Al Amin lagi. Apalagi jabatan sebagai anggota DPR bisa saja akan dia tinggalkan. Kini Al Amin akan lebih sering berhadapan dengan pintu penjara dan pintu ruang pemeriksaan di KPK. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads