Anehnya lagi, kabar SBY meninggalkan kendaraan politiknya itu diperoleh dari Ketua Umum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Jackson Andre Kumaat. Pekan lalu, Jackson sendiri diundang oleh SBY di kediamannya di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, SBY meminta agar Pakar Pangan menjadi kendaraan politik di arena Pemilihan Presiden 2009 mendatang. "Kami siap mengamankan langkah beliau untuk menjabat kedua kalinya," kata Jackson yang ditemui di kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pakar Pangan, Jl Warung Buncit Raya No 9 B, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY, lanjut Jackson, juga diminta agar memasang kalangan atau tokoh muda di dalam struktur partai baru tersebut. "Sebagian besar anggota pengurus partai adalah orang yang belum pernah terjun ke dunia politik, sehingga kami belum terkontaminasi oleh prilaku negatif politisi," jelas Jackson yang baru berumur 30 tahun ini bangga.
Disinggung banyaknya saingan dari partai politik baru yang juga mendaftar ke Depkumham, Jackson menyeahkan sepenuhnya ke pemerintah dan masyarakat. Namun, dia berharap, masyarakat bisa menilai semua partai politik baru tersebut, maupun partai politik lama yang sudah ada.
"Sudah saatnya anak muda memimpin bangsa ini. Kita sudah bosan dengan janji-janji politisi tua," jawabnya optimistis.
Partai Karya Perjuangan juga megklaim mendapat dukungan dari sejumlah petinggi TNI. Pucuk pimpinan partai ini sebelumnya sempat bertemu dengan para petinggi TNI di Cilangkap, sebelum mendaftarkan diri ke Depkumham.
Berdasarkan catatan, 105 partai politik yang mendaftarkan diri, 4 partai di antaranya dipimpin pensiunan militer. Misalnya, Jenderal (Purn) Wirantoย di Partai Hanura, Laksamana Madya (Purn) Wahyu Sasongko di Partai Republikku, Jenderal (Purn) Hartono di Partai Karya Pembangunan Bangsa dan Letnan Jenderal (Purn) H Syahrir di Partai Republikan. (zal/aba)











































