Kejati DIY Tarik Buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia

Kejati DIY Tarik Buku Tenggelamnya Rumpun Melanesia

- detikNews
Rabu, 09 Apr 2008 17:00 WIB
Yogyakarta - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DI Yogyakarta menyita buku berjudul Tenggelamnya Rumpun Melanesia, Pertarungan Politik NKRI di Papua Barat karya Sendius Wonda. Buku itu dianggap dapat menimbulkan kerawanan konflik dan keresahan masyarakat.

Penarikan buku tersebut berdasarkan instruksi Kejaksaan Agung melalui SK No.KEP-123/A/JA/II/2007 tentang pelarangan beredarnya buku. Selain menarik dari sejumlah toko, Kejati juga menerima 158 eksemplar yang masih tersimpan di percetakan.

"Yang beredar di toko buku jumlahnya tidak banyak hanya 9 eksemplar. Sedang yang masih tersimpan di percetakan sudah diserahkan sendiri ke kantor Kejati," kata Kasi Sospol Kejati DIY, Syaiful Bachri kepada wartawan di kantor Jl Magelang Yogyakarta, Rabu (9/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pelarangan beredarnya buku yang diterbitkan oleh Penerbit Deiyai yang berkantor di Abepura Jayapura, Papua itu sudah sejak akhir tahun 2007. Namun setelah diteliti ternyata proses percetakannya di Kota Yogyakarta sehingga pihak kejaksaan langsung meminta kepada pihak
percetakan Galang Press untuk segera menyerahkannya.

"Setelah keluarnya surat instruksi dari Kejaksaan Agung, buku itu di semua daerah terutama di Papua sudah langsung ditarik," katanya.

Buku setebal 248 halaman dengan 8 bagian tulisan itu berisi berbagai hal mengenai situasi Papua saat ini dan warga Ras Melanesia yang tinggal di wilayah itu. "Untuk menjaga keutuhan NKRI, buku tersebut bila masih beredar segera ditarik. Apabila ada masyarakat yang masih menyimpan, kami minta segera menyerahkannya," pungkas Syaiful.

(bgs/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini