Menneg PP: Celana Pemijat Digembok Lecehkan Perempuan

Menneg PP: Celana Pemijat Digembok Lecehkan Perempuan

- detikNews
Rabu, 09 Apr 2008 11:45 WIB
Jakarta - Menneg Pemberdayaan Perempuan (PP) Meutia Hatta akhirnya berkomentar soal celana pemijat perempuan yang digembok di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia menilai langkah itu justru melecehkan kaum perempuan.

"Ini melecehkan, seoalah-olah yang salah perempuan. Laki-laki  ke panti pijat kan untuk kesehatan, bukan perbuatan yang jelek," kata Meutia Hatta usai konferensi pers Rencana Aksi Nasional Mewujudkan Keluarga Bersih dari Pornografi di Kantor Menneg PP, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2008).

Meutia juga mempertanyakan alasan penggembokan yang disebut untuk memberikan perlindungan. "Apakah itu pantas dikatakan perlindungan? Perlindungan tapi tidak begitu caranya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya, perlindungan diterapkan dalam peraturan yang ketat. "Misalnya melarang ini dan itu. Bukan panti pijatnya dilindungi tapi perempuannya yang lemah," tambahnya.

Dia juga mengatakan, dirinya bukan tidak setuju dengan akhlak mulia yang dikemukakan itu. Tapi perlakuan terhadap perempuan seharusnya tidak demikian.

"Perempuan memiliki hak untuk dilindungi. Dia bekerja bukan harus dicap dia akan iseng," ujarnya.

Menurut hematnya, tidak perlu dilakukan penggembokan terlebih zaman sekarang ini sudah maju. "Teknologi juga sudah maju. Kalau perlu ada CCTV untuk orang memantau orang,"  tuturnya. (mar/nrl)


Berita Terkait