"Kami lapar! Dia harus pergi!" seru para pendemo saat berusaha masuk ke istana kepresidenan. Namun tak beberapa lama kemudian, pasukan penjaga perdamaian PBB tiba di lokasi dan langsung membubarkan massa.
Dengan melepaskan peluru karet dan gas air mata, pasukan PBB asal Brasil itu memaksa para pendemo menjauh dari gerbang istana. Massa pun bubar. Demikian seperti diberitakan harian The Age, Rabu (9/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga pangan telah meningkat sekitar 40 persen sejak pertengahan 2007 lalu. Haiti merupakan salah satu negara termiskin di dunia.
Selain menuntut pengunduran diri Presiden Preval, warga Haiti juga meminta pemulangan 9 ribu personel pasukan perdamaian PBB. Menurut warga, mereka ikut menyebabkan kenaikan harga pangan. Pasukan tersebut datang ke Haiti pada tahun 2004 untuk meredakan kekacauan yang terjadi menyusul digulingkannya kekuasaan mantan Presiden Jean-Bertrand Aristide.
(ita/nrl)











































