Hal ini disampaikan Kokom (56), seorang dukun urut yang merupakan warga Mangga Besar XIII Dalam RT 11/8, Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2008). Kokom menerima ongkos 'terima kasih' ini dalam 2 kali pembayaran.
"Kalau sehari-hari praktiknya dukun urut biasa," ujar Kokom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kokom juga bisa datang langsung ke lokasi apabila dipanggil.
Meski Kokom mengaku baru pertama kali mengaborsi Anny, tetapi para saksi kepada polisi menjelaskan Kokom telah berpraktik bertahun-tahun.
"Tidak perlu dikasih obat-obatan. Langsung terasa hasilnya," kata janda yang mengenakan baju daster merah muda tersebut dengan polos.
Pijatan Kokom pun terbukti hasilnya. Setelah diurut lima menit, 11 jam kemudian Anny mengalami pendarahan. Dengan perut mulas dan sangat sakit, dia menuju kamar mandi dan mengeluarkan janinnya di kamar mandi tersebut.
Anny kemudian menelepon kekasihnya Suryadi (21) untuk menguburkan janinnya.
Suryadi kemudian meminta bantuan tetangganya Muji (23) dan Eko (25) agar membeli kain kafan dan kembang. Lalu menguburkan di tepi sungai yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari rumah Anny.
"Masih kita selidiki keterlibatan dua orang tersebut. Apakah bisa terkena delik atau murni membantu karena tidak tahu kasus tersebut," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Umar Suryafana di markasnya. (mly/mar)










































