Kekesalan SBY itu terbidik jelas oleh kalangan media massa. Televisi tak henti-hentinya memutar bagaimana SBY menunjuk-nunjuk pejabat ngantukan itu dan mengusirnya keluar kalau memang ingin tidur. Jenderal purnawirawan itu juga menggebrak podium sebagai bentuk rasa kesalnya.
Peristiwa itu terekam jelas saat SBY berpidato di depan para bupati di gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2008).
Sejumlah koran edisi hari ini menjadikan insiden kemarahan SBY yang terang-terangan itu sebagai berita utama. Misalnya saja harian Seputar Indonesia memberi judul besar "SBY Tegur Peserta Lemhannas".
Harian Media Indonesia juga menjadikannya sebagai headline bertajuk "Pejabat Ngantuk, Presiden Marah-Marah". Editorialnya bertema serupa dengan judul 'Pejabat Ngantukan'.
Harian Rakyat Merdeka mengambil judul "Presiden Pidato Bupati Malah Tidur'. Harian The Jakarta Post memasukkan peristiwa itu di halaman depan dengan judul 'Sleeping Forum Participant Outrages President.'
Harian Indopos menulis,"Pidato Ditinggal Tidur, SBY Marah." Koran Tempo menulis,"Tertidur, Mendengkur, Ditegur." Sementara harian Kompas mengambil judul "Pendengar Pidatonya Tidur, Presiden Marah".
detikcom menurunkan berita tersebut pada Selasa kemarin pukul 10.43 WIB dengan judul "SBY Sewot, Sedang Pidato Ada Bupati Tidur di Depannya" dan pukul 12.06 WIB dengan judul "Muladi akan Panggil Peserta yang Tertidur di Depan SBY".
Kapan wakil rakyat yang ngantukan juga mendapat teguran serupa?
(nrl/mly)











































