Kejadian ini bermula ketika Bambang Suryono (41), karyawan PT Monair (perusahaan air mineral) hendak menyetor uang hasil penjualan air kepada bosnya di Kelapa Gading. Bambang ditemani Eko dengan mengendarai motor Honda Supra Fit warna merah.
Bambang dan Eko yang sehari-hari menempati mess di daerah Penggillingan Jakarta Timur tidak sadar dibuntuti dua sepeda motor dengan empat pengendara dari arah Buaran, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Dorr! Timah panas pun menembus pergelangan tangan kanan dan paha kaki kanannya.
"Karena Bambang berusaha melawan, maka salah seorang perampok menembakkan timah panas ke tubuh korban," kata Eko saat mengantar rekannya tersebut ke IGD RSCM, Jakarta Pusat.
Setelah sukses melukai korban yang beralamat KTP di kampung Getaan, Pati Wetan RT 1/2, Pati Jawa Tengah ini, perampok langsung menggasak uang senilai Rp 75 juta dan giro senilai Rp 200 juta.
Uang dan giro tersebut dimasukkan ke dalam tas kresek dan diletakan di bagasi motor bawah jok. "Uang tersebut merupakan uang hasil penjualan hari ini," ujar salah seorang teman korban, Adin, (39), saat menengok Bambang di RSCM kepada detikcom, Rabu (9/4/2008).
Usai menggasak uang dan giro, kawanan rampok yang dilengkapi 3 celurit dan satu buah pistol ini langsung kabur. Sementara korban dibiarkan tergeletak di tengah jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung membawa korban ke RS Mediros, Pulogadung, Jakarta Timur. Namun luka yang dialami Bambang cukup parah, sehingga korban segera di rujuk ke RSCM sekitar pukul 03.00 WIB.
Sementara Eko kini masih dimintai keterangan oleh Polsek Cakung, Jakarta Timur. (asp/mly)










































