"Dengan pengaruhnya yang besar di Malaysia serta penerimaan masyarakat Indonesia yang luas terhadap ketokohannya, diyakini Anwar akan mampu mengembalikan harmoni kedua bangsa, yang akhir-akhir ini mulai banyak terganggu," kata Direktur Eksekutif Center for Information and Developmen Studies (CIDES), Syahganda Nainggolan.
Syahganda menyampaikannya dalam pertemuan terbatas CIDES dengan Anwar Ibrahim di Hotel Gren Melia, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak seperti yang kini terjadi, orang Indonesia tidak mudah memahami pembicaraan orang Malaysia. Padahal, kemudahan bahasa itu akan berpengaruh pada kerjasama ekonomi maupun budaya," ujar Syahganda.
Selain itu, menurut Syahganda, harmoni kedua negara ini diperlukan mengingat adanya saling terikat dalam sejarah bersama, sehingga tidak boleh terkungkung dalam ketidakharmonisan dalam bentuk apapun. Harmoni keduanya juga penting guna membangun kejayaan bersama di masa datang.
Menanggapi itu, Anwar mengaku kesenjangan Indonesia-Malaysia akan berada pada bahaya lebih serius jika tidak dicarikan solusi yang benar. Terkait kerjasama ekonomi dan budaya, dikatakan Anwar kedua bangsa tidak boleh melupakan sama sekali karena peluangnya selalu terbuka dalam segala hal.
Anwar juga bercerita saat sekolah dia kerap membaca buku berbahasa Indonesia, sehingga tidak mengalami kesulitan apapun berbicara dengan orang-orang Indonesia.
"Jadi, kesepahaman dalam penggunaan bahasa memang penting untuk masa depan bangsa Indonesia dan Malaysia," ujar Anwar.
(mly/mly)











































