Kedua jenazah yang tewas dalam peristiwa itu berhasil ditemukan beberapa jam kemudian setelah dilakukan pencarian yang melibatkan masyarakat dan petugas kepolisian.
Kedua pemuda yang tewas, yakni Mamat (19) dan Barkah (17). Sedangkan seorang korban yang selamat meski mengalami syok berat adalah Utoni (45), yang juga ayah kandung Barkah.
Peristiwa bermula saat kedua korban yang bekerja sebagai buruh tani itu hendak pergi ke sawah. Untuk mempersingkat jarak tempuh, kedua korban memutuskan untuk menyeberangi danau buatan tersebut.
Namun ternyata, danau buatan dengan kedalaman sekitar 3 sampai 4 meter dan seluas 0,5 hektar itu malah menimbulkan korban. Kedua buruh tani itu tenggelam saat tengah berenang tepat di tengah-tengah danau.
"Air di danau memang sedang penuh karena hujan. Entah kenapa mereka berdua malah nekat berenang," kata saksi mata Yadi.
Sebelum tenggelam, warga sempat mendengar teriakan minta tolong dari kedua korban. Mengetahui hal tersebut, Utoni langsung menceburkan diri ke danau untuk memberikan pertolongan. Namun, Utoni ternyata tak mampu menyelamatkan keduanya. Bahkan, Utoni pun nyaris tenggelam sebelum akhirnya diselamatkan warga lainnya.
Selanjutnya, upaya pencarian terhadap kedua korban dilakukan oleh puluhan warga dan dibantu aparat kepolisian dari Polsek Krangkeng dengan menggunakan alat-alat sederhana, seperti jaring ikan dan bambu.
Selang satu jam kemudian, warga berhasil menemukan tubuh Barkah dari dasar danau. Sedangkan tubuh Mamat, baru berhasil ditemukan sekitar dua jam kemudian. Saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Kapolsek Krangkeng, AKP Ali Mashudi, menjelaskan, kejadian itu merupakan murni kecelakaan. "kita memasang police line dan memeriksa sejumlah saksi untuk proses penyelidikan" ujar Ali di lokasi kejadian. (mly/mly)











































