Kenang-kenangan dari Abdul Rahman Saleh Sebelum ke Denmark

Kenang-kenangan dari Abdul Rahman Saleh Sebelum ke Denmark

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2008 14:09 WIB
Jakarta - Ada sekadar kenang-kenangkan yang akan disampaikan Abdul Rahman Saleh sebelum bertolak ke Coppenhagen sebagai Dubes RI untuk Denmark dan Lithuania. Yaitu sebuah buku yang ia tulis sejak lengser dari Kabinet Indonesia Bersatu dua tahun lalu.

“(Judul) Bukunya ‘930 Hari Di Puncak Gedung Bundar’. Sebuah memoar kecil setiap hari berhubungan dengan wartawan, DPR dan lain-lain. Kenapa tidak begini dan tidak begitu. Akan terbit sebelum berangkat,” ujar mantan Jaksa Agung ini usai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/4/2008).

Lebih lanjut, Arman menyatakan siap mengemban tugas barus sebagai Dubes RI meski mengakui tidak memiliki latar belakang pendidikan diplomatik. Apa lagi dirinya merasa sudah tidak asing lagi dengan negara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Selama ini Denmark banyak membantu kita dalam pemberantasan korupsi, anti terorisme dan dialog antar umat beragama. Sudah dua kali Denmark bantu,” kata mantan Hakim MA ini

Namun intruksi Presiden SBY pada dirinya kali ini bukan untuk menggenjot kerjasama bidang hukum. Melainkan kerjasama perdagangan, khususnya memperluas pasar ekpor produk kerajinan furniture Indonesia di Eropa melalui Denmark sebagai salah satu pintu masuknya.

“Kita banyak memasukan mebel Jepara ke sana,” ujarnya.
(lh/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini