"Tolong, rumah sakit daerah, dibayar atau tidak dibayar harus tetap melayani," kata Menkes Siti Fadilah Supari dalam sambutannya dalam acara Seminar dan Lokakarya Hospital Expo dengan tema 'Manajemen Resiko Rumah Sakit dalam Menghadapi Globalisasi' di Hotel JW Marriot, Surabaya, Selasa (8/4/2008).
Meski Askeskin berganti nama menjadi jaminan kesehatan masyarakat atau Jamkesmas, menurut Menkes, tidak ada yang berubah. Yang berubah hanya nama, namun isi dan prosedurnya tidak berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti Fadilah menambahkan, beberapa hari terakhir dia mendapat laporan melalui Short Massage Service (SMS) bahwa di lapangan tidak menurun penolakan rumah sakit pada masyarakat miskin. Rumah sakit vertikal atau rumah sakit besar seperti RSU Dr Soetomo misalnya, layanan pada masyarakat miskin itu jauh lebih baik dibandingkan dengan rumah sakit-rumah sakit kecil.
Selain itu, dirinya ungkap Siti Fadilah juga pernah mendapat complain dari anggota DPR yang mengatakan ada rumah sakit di darah yang mencabut infus karena pasien tersebut tidak bisa bayar. "Hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi. Tolong diwaktu depan jangan sampai terulang lagi," tegasnya.
Mengenai adanya tunggakan RS daerah sebesar Rp 1,2 triliun yang belum dibayar oleh askeskin, saat ini pemerintah sedang melakukan audit. "Sekarang sedang kita audit, benarkah tunggakannya sebesar itu," pungkas Siti Fadilah. (bdh/aba)











































