Cak Imin Berhentikan Yenni Cs Dalam 2 Hari Ini

Cak Imin Berhentikan Yenni Cs Dalam 2 Hari Ini

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2008 12:51 WIB
Jakarta - Muhaimin Iskandar diberhentikan Gus Dur Cs dari ketua umum DPP PKB. Menolak pemberhentian ini, Muhaimin juga akan membalas dengan memberhentikan Yenni Gus Dur cs dari DPP. Reshuffle pengurus DPP PKB akan direalisasikan dalam waktu dekat. Β 

"Musyawarah pimpinan nasional sudah putuskan untuk memberhentikan 7 orang yang terlibat dalam pemecehbelahan PKB. Nanti orang-orangnya kita umumkan dan akan kita reshuffle dalam kepengurusan baru. 7 orang inilah yg merusak stabilitas PKB bahkan DPR," kata Muhaimin alias Cak Imin kepada wartawan seusai menghadiri upacara pelantikan 14 dubes baru RI untuk negara-negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/4/2008).

Cak Imin menjelaskan reshuffle kabinet PKB akan dilakukan pekan ini. "Satu dua hari ke depan ini. Kan saya sebagai ketua yang pilih mereka. Lalu Musyawarah Pimpinan juga sudah amanahkan saya untuk melaksanakan reshuffle. Artalita sudah pasti ganti. Yenni mungkin," ujar keponakan Gus Dur itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya mengenai bukti bahwa tujuh orang itu yang memecah belah PKB, Muhaimin menyatakan bukti sangat jelas. "Sangat jelas. Salah satunya surat dari Al Khairat di Palu bahwa saya hendak menggantikan Gus Dur. Kita sudah lacak, dan itu jelas tidak benar. Ada yang mengatasnamakan PB Al Khairat. Padahal bohong itu," jelas dia.

Menurut Cak Imin, surat fitnah yang dibawa oleh oknum yang mengaku Al Khairat itu digerakkan oleh tujuh oknum DPP tersebut. Karena itu, Cak Imin sangat yakin bahwa pemecetan terhadap 7 orang tersebut sudah seharusnya dan sesuai prosedur.

Apakah reshuffle juga akan dilakukan terhadap pengurus fraksi? "Nggak. Cuma di DPP, di fraksi Effendi Choirie (Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa) sudah nggak ada masalah," jelas Cak Imin.

Tujuh orang yang disebut-sebut akan dipecat Cak Imin itu adalah Sigid Haryo Wibisono, Artlayta Suryani (tersangka kasus suap kasus BLBI), Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni Gus Dur), Aris Junaidi, Hermawi F Taslim, Ikhsan Abdullah, dan Moeslim Abdurrahman.
(lh/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads