"Kami berdua menganggap ini ide yang bagus," kata ayah Alex, Jim Koehne seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (8/4/2008).
Alex meninggal pada 30 Maret 2007 lalu. Namun setahun kemudian, orangtua Alex dihadapkan pada kenyataan pahit akibat donasi organ tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan asal Long Island, AS itu diberitahu bahwa dua penerima organ Alex telah meninggal. Dua orang lainnya yang menerima donor ginjal Alex harus diambil kembali ginjal tersebut dan kini menjalani pengobatan kanker.
Kenyataan ini mendorong rumah sakit yang melakukan transplantasi organ tersebut merevisi prosedur transplantasi. Departemen Kesehatan setempat menegaskan tak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini.
Menurut para pakar, kemungkinan menderita kanker dari organ donor sangat kecil. Hanya 64 kasus yang teridentifikasi dalam studi nasional yang mencakup 230 ribu kasus.
"Biasanya organ-organ dari orang berusia 15 tahun itu sempurna. Namun dalam kasus ini, tidak," kata dokter bedah transplantasi Lewis Teperman.
Jim dan Lisa Koehne, orangtua Alex, belakangan diberitahu kalau seorang pria berusia 52 tahun meninggal akibat lymphoma sekitar 4 bulan setelah menerima hati Alex. Seorang wanita berumur 36 tahun yang menerima pankreas Alex juga menderita lymphoma dan meninggal.
Sedang dua pasien penerima ginjal Alex harus menjalani pengobatan kanker. Sebenarnya keempat penerima organ langsung diberitahu begitu hasil otopsi jenazah Alex keluar. Mereka semua langsung menjalani kemoterapi. Namun dua dari 4 orang itu tak bisa hidup lebih lama. (ita/nrl)











































