Bila Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhar yang menggelar peringatan untuk Buya Hamka, memang itu sudah seharusnya. Buya Hamka menjadi imam dan kiai di masjid Al Azhar, tempat YPI Al Azhar bermarkas. Di dekat masjid itu pula Buya Hamka tinggal.
Bila Universitas Muhammadiyah, semisal Universitas Hamka, menggelar acara yang sama, maka itu juga biasa, karena Hamka memang diakui sebagai tokoh Muhammadiyah. Kalau ormas-ormas Islam menggelar acara yang serupa, tentu juga hal yang wajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan ini sungguh-sungguh dilakukan PDIP. Lewat sayap ormas Islamnya, Baitul Muslimin, PDIP memperingati 100 Tahun Buya Hamka dengan menggelar simposium. Sejumlah tokoh dan pengamat didapuk menjadi pembicara.
Ada mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif yang menjadi keynote speech, Sobary, Syafii Anwar, Sukardi Rinakit, Yudi Latief, Romo Benny Susetyo, dan Arif Rahman. Acara ini digelar hari ini, Selasa (8/4/2008), pukul 15.00 WIB di sekretariat PP Baitul Muslimin Indonesia.
Acara ini bisa jadi menjadi terobosan baru partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu dalam mendekati umat Islam. Partai ini memang sudah terang-terangan ingin mendekati umat Islam dengan mendirikan Baitul Muslimin, rumah bagi kaum orang-orang muslim. Apakah peringatan 100 Tahun Buya Hamka ini memang juga menjadi program PDIP untuk menggaet suara kaum muslim untuk Pemilu 2009?
(asy/nrl)











































