Mereka beraksi di depan gerbang utama DPR, Senayan, Jakarta, sejak pukul 09.15 WIB, Selasa (8/4/2008). Begitu datang, mereka langsung berorasi dengan dikomandani seorang koordinator dari atas pick up. Mereka mengenakan kaos dan ikat kepala berwarna putih.
Pekerja Pelindo juga memajang spanduk bertuliskan 'Pekerja pelabuhan sepakat tolak RUU Pelayaran II dan 'Jangan jual kedaulatan pelabuhan kepada asing'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya salah seorang orator bersorak "Anda tahu siapa yang berada di balik RUU Pelayaran ini? "Depbub! Oleh karena itu kita sobek saja Dephub," sorak orator tersebut.
Lalu mereka membakar lambang Dephub dengan korek. Pendemo pun bersorak: "Ketika pejabat menjadi penjahat bangsat!"
Sekretaris Pelindo Cabang Tanjung Priok Hambar Wiyadi mengatakan RUU Pelayaran mengancam rasionalisasi 4.680 pekerja Pelindo. "Jasa perairan akan diambil alih oleh pemerintah," katanya.
Demo serikat Pelindo membuat gerbang utama DPR ditutup dan dijaga 30 polisi dari Polda Metro Jaya. Meski demikian, aksi tidak menimbulkan kemacetan.
(nik/nrl)











































