Jelang Pilkada, Kepala Sekolah di Muaraenim Dijatah Suzuki APV

Jelang Pilkada, Kepala Sekolah di Muaraenim Dijatah Suzuki APV

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2008 10:02 WIB
Palembang - Suksesi politik bukan hanya menyenangkan partai politik atau para pengangguran yang kebanjiran job politik, sejumlah guru pun ikut senang. Menjelang pilkada, 24 kepala sekolah menengah atas di kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, dijatah mobil dinas.

Menjelang Pilkada Kabupaten Muaraenim pada Mei 2008 nanti, telah hadir 24 unit mobil dinas untuk operasional jenis Suzuki APV untuk 24 kepala sekolah SMA dan SMK di kabupaten itu. Selain itu, dua unit mobil jenis yang sama diserahkan kepada Forum Ukhuwah Ulama Umaroh (FU3) dan Forum Komunitas Kristiani (FKK) Muaraenim.

"Ya, kami memang dibagikan mobil APV. Ya, bukan buat kami, tapi buat sekolah," kata seorang kepala sekolah yang dihubungi detikcom, Selasa (08/04/2008). "Senang. Jelas senang," imbuhnya mengomentari pemberian Pemerintah Kabupaten Muaraenim itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Muaraenim Kalamuddin Djinab sendiri mengatakan pemberian kendaraan itu sebagai wujud kepedulian pemerintah Muaraenim dalam membangun sektor pendidikan. "Soal SPP bagi SMA dan SMK sudah kami gratiskan bagi siswa melalui tanggungan APBD, sejak tiga tahun lalu," katanya. "Serta kita secara bertahap merehab gedung sekolah yang ada," lanjutnya.

Tapi, sebenarnya pembagian kendaraan ini cukup wajar, sebab Kabupaten Muaraenim termasuk kabupaten kaya dengan sumber daya alam di Sumatera Selatan. Selain hasil perkebunan, juga di sini tersimpan batubara dan minyak bumi. Perusahaan nasional maupun multinasional berada di sini, seperti PT Batubara Bukit Asam dan pabrik bubur kertas PT Tanjungenim Lestari.
         
Sebagai informasi, Pilkada Muaraenim akan dilangsungkan pada 20 Mei 2008 mendatang. Kalamuddin akan maju sebagai calon bersama tiga calon lainnya.

Di 9 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yang akan menggelar pilkada pada tahun ini, hampir semua calon berjualan soal pendidikan. Mereka bersosialisasi maupun berkampanye sangat peduli dengan pendidikan, dan menjanjikan sekolah gratis atau meningkatkan tunjangan sekolah atau pendidikan. (tw/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini