"Saya akan berpidato di parlemen ketika saya kembali dan saya tidak akan menjanjikan negara saya akan menjabat hingga masa jabatan selesai," kata Horta kepada The Australian, Selasa (8/4/2008).
Horta saat ini masih berada di Darwin, Australia untuk menjalani terapi penyembuhan atas luka-luka tembak yang dideritanya dalam serangan Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditembak dua kali oleh pemberontak pada 11 Februari telah membuat Horta sangat trauma. Sejak kejadian itu, Horta mengaku jarang bisa tertawa. Meski secara fisik, dia sudah membaik, namun Horta belum yakin akan kondisi emosionalnya.
"Saya baru akan mengetahuinya ketika saya kembali ke rumah saya sendiri, ke lokasi saya ditembak. Saya biasanya orang yang sangat sensitif tapi saya juga bisa dingin dan kuat," tutur Horta.
Ditegaskan Horta, penembakan itu telah mengubah segalanya. Kehidupannya tidak akan pernah sama lagi di Dili, Timor Leste.
Menurut Horta, dirinya tidak perlu menjadi presiden. Buktinya, ketua parlemen nasional Fernando Lasama de Araujo berhasil menjalankan tugasnya sebagai pengganti sementara dirinya.
"Fernando Lasama de Araujo telah lulus tes krusial saat dirinya tiba-tiba harus mengambil alih sebagai presiden interim. Dia berhasil melakukannya dan semua orang memuji dirinya. Saya lega karena saya tahu jika saya mundur, ada satu atau dua orang yang bisa melakukan pekerjaan ini," imbuhnya.
(ita/nrl)











































