Β
"Fender yang dibangun itu ada dua, yang satunya sudah tenggelam akibat ditabrak tongkang," kata kepala satuan kerja pembangunan jembatan Ampera, Aidil Fitri, saat mendampingi anggota DPRD Sumsel, yang meninjau kondisi fender jembatan di Palembang, Senin (7/4/2008).
Menurut Aidil, fender yang satunya lagi juga sudah beberapa kali ditabrak tongkang dan dengan kondisinya sekarang ini kalau ditabrak sekali lagi juga bakal mengalami nasib serupa dengan fender di sebelahnya.
Dia mengatakan, kondisi fender yang ada kini tampak tidak kuat lagi, karena las pada setiap penghubung sudah renggang dan hampir lepas, akibat sudah beberapa kali ditabrak tongkang dan kalau itu tetap dibiarkan maka sekali tabrak saja akan rusak dan mengalami nasib sama dengan fender yang satunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dana pembangunan dua unit fender tiang jembatan Ampera itu sebesar Rp 3,4 miliar yang berasal dari APBN. Total anggaran untuk jembatan Ampera dari APBN sebesar Rp 5 miliar yang terbagi atas Rp 3,4 miliar digunakan untuk pembangunan fender, sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan pengecatan pagar dan lainnya.
Anggota DPRD Sumsel Syaiful Islam mengatakan, harus diambil langkah-langkah segera terhadap fender ini, karena untuk melindungi jembatan Ampera dari arus lalu lintas Sungai Musi yang semakin tinggi.
"Kerusakan-kerusakan ini supaya cepat diproses dari segi kontruksi segera diperbaiki dan kalau ada hal-hal dalam konteks hukum pihaknya mendukung untuk ditelusuri," ujarnya.
Dia menjelaskan, fender itu diperlukan untuk melindungi tiang jembatan Ampera, karena itu perlu segera dibangun kembali, sedangkan terhadap fender yang rusak prosesnya harus dipertanggung-jawabkan.
"Sebenarnya dari dulu kita minta melalui pimpinan dewan supaya masalah ini diselesaikan, jadi dalam konteks urusan hukum terus dilanjutkan, kita ingin fender yang rusak itu dipertanggung-jawabkan," pungkas Syaiful.
(tw/ary)











































