Namun, karena kondisi Gunung Dempo diselimuti kabut tebal sehingga hembusan asap tidak dapat dilihat dengan mata. Namun, sebelumya aktivitas gunung juga terlihat dari tejadinya hujan abu atau uap belerang yang sempat merusak ladang dan tanaman sayuran warga di beberapa kelurahan di kota Pagaralam.
"Gempa dan hembusan asap belerang merupakan aktivitas kawah gunung Dempo. Ini biasa saja. Masyarakat sebaiknya jangan panik," kata Slamet, ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, yang dihubungi detikcom, Senin (7/4/2008) ini.
"Jelasnya, status Gunung Dempo tetap pada aktif normal," imbuhnya.
Dari data seismoigraf yang terpasang di pos pemantau tercatat adanya gempa tektonik jauh sebanyak 2 kali, gempa terasa 2 kali dan Gempa Vulkanik A sebanyak 8 kali serta juga terjadi 3 kali gempa hembusan.
"Sampai malam ini getaran serius (gempa) belum terdeteksi," katanya.
Pada 2006, Gunung Dempo pernah mengeluarkan hembusan asap bercampur abu vulkanik, dan saat itu terlihat. Dampaknya, ribuan warga di sekitar kaki Dempo mengungsikan diri.
(tw/ary)











































