Kubu Cak Imin Bantah Data Penggulingan Gus Dur

Kubu Cak Imin Bantah Data Penggulingan Gus Dur

- detikNews
Senin, 07 Apr 2008 17:57 WIB
Jakarta - Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dilengserkan dari ketua umum DPP PKB karena dianggap akan menggulingkan Gus Dur. Data mengenai rencana jahat Cak Imin terhadap Gus Dur itu pun diungkap. Namun tuduhan tersebut dibantah mentaha-mentah oleh kubu Cak Imin.

"Ada pemberitaan dari Gatra yang mengatakan ada orang yanag mengaku diutus langsung oleh pengurus utama Al Khairat Sulteng bernama Karim DL yang membawa data sebanyak 14 halaman yang diserahkan ke Yenny berisi Muhaimin akan menggulingkan Gus Dur," ujar Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah Syamsuddin Bay dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/4/2008).

Celakanya, menurut Syamsuddin, data yang berisi fitnah tersebut dibacakan oleh Yenny saat rapat pleno DPP PKB beberapa waktu lalu yang akhirnya menghasilkan keputusan meminta Muhaimin Iskandar untuk mundur. "Data ini pula yang menjadi dasar pembekuan PKB Sulteng dan permintaan mundur terhadap Muhaimin," sesal Syamsuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syamsuddin menilai sedikitnya ada 3 pelanggaran yang terjadi dalam rapat pleno tersebut. "Pertama, Gus Dur tidak tabayyun atau klarifikasi terlebih dahulu. Kedua, apa yang dilakukan oleh Karim tersebut tidak mewakili Al Khairat. Dan ketiga, partai yang selama ini mendengungkan demokrasi tiba-tiba melakukan tindakan dikatator dan membunuh karakter terhadap kaderaya sendiri," sesal Syamsuddin.

Oleh karena itu, Syamsuddian berencana akan melaporkan Karim DL ke Polda Sulteng dengan tuduhan mencemarkan nama baik.

Sementara Ketua PB Al Khairat yang juga hadir dalam jumpa pers ini, Yahya Al Amri mengatakan, tidak benar Al Khairat mendelegasikan kepada Karim DL untuk menyerahkan data-data tentang dugaan penggulingan Muhaimin terhadap
Gus Dur dengan memberikan sejuamlah dokumen kepada Yenny Wahid.

"Itu semua saya anggap cerita fiksi. Al Khairat independen, tidak berafiliasi dengan parpol. Apalagi mau menjatuhkan Gus Dur," jelas Yahya.

Yahya menjelaskan, Al Khairat adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang mempunyai 1.500 cabang di wilayah Indonesia bagian timur. "Kita adalah sebuah lembaga pendidikan dan sosial. Al Khairat dan NU amaliyahnya memang sama, sehingga NU tidak mendirikan pesantren di wilayah kekuasaan Al Khairat," tandas dia. (anw/asy)


Berita Terkait