Namun jangan salah, itu bukan poster film terbaru Rano. Itu adalah poster bintang sinetron Si Doel saat berkampanye untuk jadi Wakil Bupati Tangerang mendampingi Ismet Iskandar. Rano yang dalam film Si Doel jadi seorang insinyur kini naik peringkat menjadi Wakil Bupati Tangerang.
Rupanya bukan Rano saja selebriti yang meramaikan pilkada di daerah Tangerang. Sebentar lagi Wanda Hamidah, seorang mantan model, juga siap maju menjadi Wakil Walikota Tangerang mendampingi Wahidin Halim (incumbent).
"Saya sudah siap untuk maju menjadi Wakil Walikota Tangerang. Sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) tentu semua persyaratan akan dilengkapi sebagai pendukung adminstrasi," kata Wanda kepada detikcom.
Keikutsertaan selebriti dalam kancah politik mengingatkan sejenak kepada film 'Man of The Year' yang dibintangi Robin Williams. Film ini berkisah tentang Tom Dobss (Robin William), seorang pelawak yang mencalonkan diri menjadi presiden Amerika. Kegitan Dobss sehari-hari tidak ada kaitannya dengan tugas pemerintahan. Setiap harinya Dobss hanya membuat lawakan di sebuah cafe kecil.
Namun tidak dinyana, rakyat Amerika justru jatuh hati pada Dobss. Rakyat yang sudah bosan dengan program presiden dan para politisi terpikat pada Dobss yang menawarkan perubahan. Mereka juga sangat terhibur dengan sosok Dobbs yang lucu. singkat cerita, Dobbs pun menjadi capres yang populer.
Namun suatu ketika ia dibriefing oleh staf kepresidenan saat persiapan menjadi presiden. Saat inilah ia dihadapkan pada tantangan persoalan administrasi seorang Presiden Amerika. Dan ternyata, tugas administrasi seorang presiden AS beratnya alang kepalang.
Saat itulah Dobss sadar, menjadi kepala negara adalah tugas yang sangat berat, dan ia tidak akan bisa melakukannya hanya dengan bermodalkan lawakan. Akhirnya Dobss memutuskan untuk menghindari jabatan presiden.
Film Man of The Year, jika dikontraskan dengan demam selebriti ke kancah politik, akan mengingatkan betapa tidak gampangnya tugas seorang pejabat publik. Tugas-tugas pemerintahan tidak cukup bila hanya dijawab dengan modal popularitas semata.
Tugas seorang pemimpin, baik di pusat maupun di daerah, tidak mudah. Pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan, untuk menjalankan tugas itu, diperlukan kemampuan manajerial dan kemampuan sosial yang baik.
"Pada prinsipnya siapa saja boleh mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Tapi orang tersebut harus cukup mampu dalam menjalankan tugas-tugasnya kelak," jelas Qodari.
Menjadi pejabat pemerintahan mempunyai tantangan dan rintangan yang tidak sedikit. Siapapun orangnya, baik dia selebriti yang nol pengalaman ataupun politisi kawakan, kalau sudah terlanjur menjadi pejabat pemerintahan, mau tidak mau harus mampu mengarahkan para birokrat di bawahnya.
Penguasaan administrasi pemerintahan menjadi sesuatu yang sangat esensial bagi seorang kepala daerah. Bila tidak hati-hati dan cerdas, si pejabat dapat terjerumus dalam penyalahgunaan wewenang.
Qodari berpendapat, maraknya selebriti tampil di ajang pilkada bukan niat artis itu sendiri. Keinginan itu merupakan kehendak parpol yang ingin memanfaatkan popularitas selebriti. Sebab dalam pilkada, popularitas adalah nomor satu sedangkan visi dan misi merupakan nomor dua.
Qodari yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer menilai, sangat sedikit dari kader-kader parpol yang layak dijual. Karena itu dengan menjagokan artis, parpol-parpol tidak perlu bercapai-capai mempopulerkan diri."Sayangnya karena pragmatisnya, parpol cenderung mengabaikan bobot kepemimpinan jagoannya," pungkas Qodari. (ron/ddg)











































