"Artalyta itu termasuk gengnya Sigid, beberapa pengurus yang termasuk kelompok pembawa anasir jahat yang kita sinyalir. Ya gengnya Yenny, Sigid, Aris Junaidi dan Muslim Abdurrahman," kata Syamsuddin Pay.
Hal itu disampaikan pria yang menjabat sebagai pengurus DPW PKB Sulawesi Tengah yang juga pendukung Muhaimin Iskandar itu dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukankah Artalyta dikabarkan sudah mundur 2 hari setelah masuk kepengurusan?
"Nggak. Dia itu masih belum dikeluarkan DPP PKB. Tidak ada rapat khusus membahas itu. Dia cuma dikeluarkan dari struktur kepengurusan DPP PKB terutama dari website saja," ujar Syamsuddin.
Menurut dia, kasus suap jaksa Urip yang menyeret Artalyta sebagai tersangka telah merugikan PKB. Secara langsung maupun tidak langsung, kasus itu telah merusak citra PKB.
Syamsuddin juga menegaskan bahwa masuknya Artalyta ke dalam jajaran pengurus PKB dilakukan tanpa proses kaderisasi. Padahal, dalam AD/ART PKB telah diatur tata cara kepengurusan PKB. Yaitu, dari anggota baru, menjadi pengurus biasa, lantas menjadi pengurus harian yang strategis.
"Dia (Artalyta) ini jadi bendahara umum karena diangkat Gus Dur atas masukan Sigid, Yenny, dan Aris," ujar Syamsuddin.
Dia pun memastikan pemecatan terhadap Artalyta sebagai anggota PKB akan dilakukan dalam waktu dekat. Memangnya hingga saat ini belum pernah ada pemecatan?
"Ya belum ada. Kita usulkan dipecat sebagai anggota, karena pelanggarannya tergolong berat," imbuhnya.
Pemecatan itu, lanjut dia, akan diumumkan langsung oleh Muhaimin Iskandar untuk menjalankan rekomendasi Muspim PKB yang digelar pada 5-6 April 2008 di Hotel Millennium itu.
"Sehari dua hari inilah. Nanti Cak Imin akan mengumumkan reshuffle kepengurusan dan rehabilitasi pengurus yang sudah dibekukan," pungkasnya. (fiq/nrl)










































