Bangunan Khusus Buya Hamka Dibangun di Masjid Al Azhar

Bangunan Khusus Buya Hamka Dibangun di Masjid Al Azhar

- detikNews
Senin, 07 Apr 2008 11:06 WIB
Bangunan Khusus Buya Hamka Dibangun di Masjid Al Azhar
Jakarta - Buya Hamka, sastrawan dan ulama, sudah lama wafat. Namun, karya-karya tokoh sederhana ini masih bisa dinikmati oleh generasi sekarang. Untuk memperingati 100 Tahun Buya Hamka, sebuah bangunan bernama 'Buya Hamka Center' akan dibangun di samping Masjid Al Azhar, Jakarta.

Maket bangunan Buya Hamka Center ini sudah dipersiapkan. Bangunan khusus ini akan dibangun untuk menghormati warisan ilmu dari Buya Hamka. Bangunan itu akan dibuat empat lantai dan dibangun di atas luas tanah sekitar 2.000 meter persegi di kompleks masjid bersejarah ini.

"Yang akan dibangun sebelah utara masjid. Bangunan akan berisi perpustakaan, convention hall, ruang kajian ilmiah, dan food court," kata Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Umat Anwar Sani, di Masjid Al Azhar di sela-sela peringatan 100 tahun Buya Hamka, Senin (7/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar Sani masih belum mengetahui kapan proyek yang dananya berasal dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Al Azhar dan umat itu akan segera dimulai. Rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan hari ini, namun dengan alasan tertentu, dibatalkan.

Selain pembangunan gedung khusus, untuk memperingati tokoh kharismatik yang bernama asli H Abdul Malik Karim Amrullaj itu, juga telah digelar sejumlah acara. Sejak tanggal 15 Februari hingga 7 April 2008, telah dilangsungkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat umum. Antara lain lomba membuat sketsa wajah Hamka, lomba mading, jalan santai keluarga, dan MTQ.

Puncak peringatan hari ini, yang diisi dengan dialog dengan sejumlah tokoh membedah tokoh Buya Hamka. Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti budayawan Emha Ainun Najid, Ketua PBNU Said Agil Siradj, dan Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Dialog ini diikuti oleh ratusan orang.

Di lokasi dialogย  yang berada di dalam masjid Al Azhar dipasang pula hasil-hasil karya perlombaan, seperti sketsa wajah Hamka yang terbuat dari arsiran pensil, mading karya siswa Al Azhar, dan beberapa kaligrafi.
(asy/nrl)


Berita Terkait