Adalah kubu Muhaimin Iskandar yang 'melibatkan' Artalyta dalam pusaran ontran-ontran partai berlogo 9 bintang ini.
Pada 1 April 2008, Kaukus 15 yang beranggotakan 15 pengurus DPW-DPW, mendesak agar Cak Imin memecat 6 orang karena menjadi otak kisruh PKB. Mereka adalah Yenny Wahid, Aris Junaidi, Muslim Abdurrahman, Sigid Haryo Wibisono, Hermawi Taslim, dan Artalyta Suryani.
"Gara-gara orang-orang ini,PKB terjadi perpecahan," kata Syamsuddin Pay.
Pada Minggu 6 April, nama Artalyta muncul lagi. Kali ini dalam Musyawarah Pimpinan (Muspim) PKB yang dihadiri oleh pengurus DPW-DPW pro Cak Imin, bertempat di Hotel Millennium, Jakarta Pusat.
Dalam forum ini, muncul desakan agar Cak Imin memberhentikan 7 nama yaitu Yenny Wahid, Muslim Abdurrahman, Ikhsan Abdullah, Aris Junaidi, Sigid Haryo Wibisono, Hermawi Taslim dan Artalyta Suryani.
Bendara Umum PKB Aris Junadi yang pro Gus Dur bulan lalu mengakui bahwa Artalyta yang di PKB lebih dikenal sebagai Suryani atau Ayin, sempat menduduki kursi Bendahara Umum PKB. "Tapi itu cuma 2 hari," ujar Aris.
Artalyta, pengusaha top asal Lampung, masuk kepengurusan PKB atas rekomendasi Aris, yang menjabat wakil bendahara umum.
Aris menyatakan, Artalyta yang orang dekat Sjamsul Nursalim, mundur dari kepengurusan karena tidak enak pada teman-temannya yang tersebar di banyak partai. Dia tak ingin terkotak-kotak.
Setelah Artalyta mundur, Aris naik sebagai bendahara umum.
Syamsuddin Pay sendiri menyebut Artalyta masih masuk dalam struktur kepengurusan. (nrl/mar)











































