"Kalau melihatnya dari Jakarta, di arah 50 derajat di utara. Bisa diamati dengan mata telanjang pada menjelang subuh," ujar peneliti utama astronomi Lapan Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/4/2008).
Thomas menjelaskan, bila cuaca cerah pada 22 April, carilah rasi bintang Signus. Dalam rasi itu, bintang bergugus membentuk angsa yang sedang terbang dengan dua sayap terbentang dan posisinya tengah menghujam ke bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rasi Lyra terdapat bintang yang cukup terang yaitu bintang Vega. Bintang paling terang kelima di langit malam ini dapat dijadikan panduan arah meteor tersebut.
"Memang meteornya tidak besar, karena itu kan seperti debu yang menyala. Kayak kembang api. Cuma sebentar juga. Seperti bintang jatuh begitu," jelas Thomas.
Terancam Purnama
Bintang jatuh akan terlihat jelas bila daerah tersebut terbebas dari polusi cahaya. Karenanya, apabila ada bulan purnama maka hujan meteor akan sulit terlihat.
"Kemungkinan pada 22 April mendatang adalah purnama atau bulan setelah purnama. Jadinya agak susah," tandas Thomas.
(nvt/nrl)











































