"Hujan meteor Lyrids ini sebenarnya mulai terjadi pada tanggal 20 hingga 23 April. Tapi puncaknya adalah pada 22 April," ujar peneliti utama astronomi Lapan Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/4/2008).
Hujan meteor Lyrids sebenarnya tidak terlalu terkenal. Sebab bukan termasuk hujan meteor kelas besar. Meski demikian, bagi pecinta astronomi tentunya hal ini tidak akan dilewatkan begitu saja.
"Titik radian meteor ini berasal dari rasi Lyra. Karena terjadi pada bulan April maka dikenal dengan April Lyrids. Diperkirakan sekitar 10-20 meteor per jam yang akan terlihat saat puncak," lanjut Thomas.
Menurut Thomas, negara-negara yang berada di garis lintang menengah akan lebih leluasa menyaksikan hujan meteor ini. Sebab posisi hujan meteor di posisi 33 derajat. Negara yang leluasa menyaksikannya adalah Jepang dan China. (nvt/nrl)











































