"Kita inginkan bottom up system, tapi Gus Dur karena didesak orang yang punya kepentingan dia menjadi pemimpin top down system yang sudah nggak laku. Termasuk anaknya dimainkan orang lain," kata Lily, usai Muswil Pimpinan dan Silaturahmi Nasional Alima Ulama NU dan PKB di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2008).
Lily menuding, orang-orang yang memainkan Gus Dur dan Yenny adalah Sigid, Binky Irawan dan Muslim Abdurrahman. "Sigid itu kan mempengaruhi Yenny. Binky Irawan, dia paranormal yang memberi ide aneh. Muslim Abdurrahman, siapa dia? Dia kan kalah bertarung di PAN, lalu di Muhammadiyah juga kalah," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga tidak mencoba mendekati Gus Dur atas perseteruan ini. "Nggak ada. Saya sih biarkan saja kawan-kawan berjalan apa adanya. Itu dinamika. Ya udah nggak zaman restu ini restu itulah," ujarnya.
Lily menilai, sebenarnya Gus Dur tidak punya karakter untuk memancing konflik. Namun pascastroke yang menimpanya mengubah itu semua. "Karena secara medis orang pascastroke perilakunya berubah. Akhirnya karena emosional jadi konflik. Itu yang terjadi pada Gus Dur, seharusnya orang-orang di sekitarnya melindunginya," tutur Lily.
(mar/nrl)











































