Untuk menjinakkan di jago merah, petugas pemadam melempari kaca ruko G 37-38 dengan bebatuan. Tujuannya, agar air bisa disemprotkan ke dalam ruko itu.
Tapi aksi ini tak bertahan lama. Saking panasnya, kaca-kaca ruko itu hancur sendiri dan berjatuhan. Sedangkan atap ruko itu ambruk. Kayu-kayu besar jatuh berdetum. "Awas! Awaass!" petugas pemadam bersahutan mengingatkan sesama rekannya.
Sementara itu, penyewa gedung di tetangga-tetangga pusat api berlarian menyelamatkan inventaris kantornya. Mereka mengangkut komputer, lukisan, dokumen tercetak dan perabotan lainnya.
Satu helikopter Polda Metro Jaya terlihat berputar-putar di atas pusat pertokoan dan perkantoran tersebut. Sementara ratusan penonton diusir 100 meter dari lokasi kebakaran. (nrl/mar)











































