Penyakit epilepsi biasanya mengganggu kesadaran secara mendadak. Penderita langsung normal kembali usai terjadi serangan.
Epilepsi ini ada berbagai jenisnya dan manifestasi serangan berbeda-beda, tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain petit mal, lanjut Lyna, ada juga jenis epilepsi umum grand mal (tonik klonik) yang diawali dengan kehilangan kesadaran kemudian kejang-kejang, air liur berbusa dan nafas mengorok.
"Kalau jenis mioklonik, terjadi kontraksi singkat dari satu atau sekelompok otot. Bervariasi dari yang tidak terlihat sampai sentakan hebat. Mengakibatkan mendadak jatuh atau tiba-tiba melontarkan benda yang sedang dipegang," urai Lyna.
Menurut Lyna, jenis epilepsi umum ini menyerang otak kanan dan kiri sehingga penderita tidak sadar. Sementara epilepsi parsial hanya salah satu bagian otak yang terganggu.
Epilepsi sederhana termasuk dalam parsial, umumnya ditandai gejala berupa kejang dan kadang-kadang kesemutan atau rasa kebal di satu tempat.
"Ini berlangsung beberapa menit. Dia sadar tapi tidak bisa dihentikan karena listrik otak terganggu. Tapi kalau serangannya sekali kita belum bisa bilang itu epilepsi, " imbuh dia.
Sementara epilepsi kompleks, diawali dengan parsial sederhana, rasa seperti bermimpi, daya ingat terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran. Epilepsi kompleks disertai gangguan kesadaran.
"Seringkali diikuti otomatisme, misalnya mengulang-ulang ucapan, melamun, atau berlari-lari tanpa tujuan," pungkas dia. (mly/djo)











































