Air Liur Penderita Epilepsi Tak Tularkan Penyakit

Air Liur Penderita Epilepsi Tak Tularkan Penyakit

- detikNews
Sabtu, 05 Apr 2008 16:30 WIB
Jakarta - Air liur yang keluar dari mulut penderita epilepsi disebut-sebut bisa menularkan penyakit ini. Akibat stigma ini, banyak orang yang enggan menolong penderita epilepsi yang sedang kumat dan mengeluarkan air liur yang berbusa.

"Biasanya teman-teman lari karena takut kena air liurnya. Stigma yang mangatakan air liur menular, mana ada bisa nular. Kebetulan ini bukan penyakit menular," kata dokter RSCM Dr Lyna Soertidewi SpS(K) dalam Seminar Awam Hidup Normal dengan Epilepsi di Wisma 46, Jakarta, Sabtu (5/3/2008).

Epilepsi ini merupakan gangguan mendadak dan sesaat pada sistem saraf otak dan terjadinya berulang-ulang di tempat yang sama. Penyakit ini dikenal juga dengan ayan, sawan, dan celeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini penyakit kronik yang menyerang 1 dari setiap 2.000 penduduk Indonesia," ujar wanita berkaca mata ini.

Menurut Lyna, penderita epilepsi hidup normal seperti manusia biasanya. Namun akan memunculkan serangan yang tiba-tiba seperti kejang berkali-kali di tempat yang sama. Serangan ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat.

"Penyakit ini pun dapat diobati sehingga serangan dapat dikontrol," imbuh dia.

Lyna menjelaskan, serangan pertama epilepsi 50 persen terjadi sebelum berusia 18 tahun. "Wanita (penderita epilepsi) mempunyai lebih banyak masalah daripada laki-laki. Seperti serangan yang berhubungan dengan siklus haid, melahirkan, dan menyusui," pungkas dia. (mly/asy)


Berita Terkait