Hal ini disampaikan Akbar kepada wartawan dalam acara peluncuran situs Akbar di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/4/2008).
Berikut petikan wawancaranya:
Bapak bersedia menjadi capres tahun 2009?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai konvensi bagaimana?
Pada waktu 1 tahun lalu memang saya katakan konvensi. Tetapi Partai Golkar mengatakan tidak konvensi. Tentu saya hormati ketentuan lembaga karena saya berpegang pada kesepakatan. Itu harus kita hargai. Kalau Goklar tidak dengan konvensi, tentu akan kita lihat mekanisme apa Golkar untuk merekrut capres.
Peluncuran website ini bagaimana?
Dengan peluncuran ini, saya siap untuk terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa negara. Kalau nanti ada pengabdian lain tentu saya tidak bisa sampaikan saat ini.
Disebut-sebut sebagai cawapres?
Bisa saja orang sebut-sebut begitu. Ini kan negara demokrasi. Tetapi yang disebut tidak hanya saya, juga banyak lain. Kita lihat nanti perkembangan waktu mungkin ada kristalisasi.
Apakah Bapak akan mengikuti jejak Kalla yang ikut partai lain sebagai cawapres?
Saya belum bisa katakan sekarang. Tadi Pak Habibie kan sebut-sebut, kalau ada 1 partai yang mungkin kadernya ada peluang tentu diharapkan sistem memungkinkan itu.
Kan ada sanksi bagi kader tidak dukung partai?
Saya belum dengar apa betul ada sanksi itu dalam konteks pilpres. Oleh karena itu terlalu dini untuk saya menyampaikan.
Siap maju jadi capres 2009?
Kalau siap untuk mengabdikan diri, saya selalu mengatakan kesiapan saya untuk memberikan pengabdian terbaik. Saya menyesuaikan dengan dinamika politik yang ada.
Apa akan gunakan kendaraan Partai Golkar?
Kalau Golkar konvensi, saya akan ikut. Tetapi kalau tidak konvensi dan tidak ada peluang lain untuk bisa melewati rekrutmen capres dari Partai Golkar, tentu saya tidak bisa memaksakan diri.
Tetapi perkembangan politik memungkinkan ada peluang lain. Kalau ada partai lain yang tanya saya. Tentu akan saya pikirkan dan putuskan pada saat itu. (aan/asy)










































