Pengobatan gratis dengan serum ular itu dilakukan di oleh Snake Hunter Club Indonesia (SHCI) di halaman kantor Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Seksi Perencanaan Hutan, Jl Kompol Bambang Suprapto, Baciro Yogyakarta, Sabtu (5/4/2008). Dalam acara itu sekaligus dilakukan pelantikan pengurus SHCI Yogyakarta yang sebagian besar anggotanya para karyawan Perhutani.
Pengobatan dilakukan langsung oleh Nursiddin Haryanto tokoh sekaligus pewaris tunggal pendiri SHCI (alm) Margana asal Surakarta. Pengobatan dilakukan dengan memberikan serum ular yang ditelah dicampur dengan air putih setengah gelas. Setelah air bercampur serum itu diminum, orang akan kebal terhadap gigitan ular berbisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, tidak semua orang yang menyaksikan acara itu berani digigit ular berbisa jenis kobra dan weling. Beberapa di antara menghindar dengan alasan ingin meminum serum di rumah atau untuk persedian.
"Setengah gelas air cukup dicampur satu sendok serum untuk berbagai tingkat atau level," kata Haryanto.
Menurut dia, tingkat I atau level 3 serum ramuan terbuat dari 23 jenis ular berbisa. Anggota langsung kebal gigitan ular jenis Dumung Macan, Taliwangsa, Puspa Kajang dan terhindar beberapa penyakit seperti malaria, tetanus dan demam berdarah. "Bila ada luka
gores akan cepat kering," kata dia.
Untuk tingkat II atau level 2 kata Haryanto, serum ditambah 4 jenis ular berbisa lagi. Pada tingkat ini juga bermanfaat untuk menyembuhkan diabetes, typhus, jantung, lever dan asma.
Sedang tingkat III atau level 1, serum akan menyempurnakan ketahanan tubuh secara permanen. Pada level ini bisa mencegah penyakit kanker darah, kanker tulang atau segala macam penyakit yang disebabkan virus.
"Pada level ini serum permanen di dalam tubuh, tidak perlu diberi lagi. Hampir semua karyawan perhutani kita berikan serum ini," pungkas Haryanto. (bgs/djo)











































