Peristiwa tersebut terjadi saat JK mengakhiri kunjungan kerjanya meninjau proyek 2 PLTU di Cilegon, Banten, Jumat (4/4/2008).
Heli berjenis Super Puma itu sebenarnya tinggal lepas landas dari dermaga Indah Kiat tempat helikopter parkir. JK bersama rombongan, Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pun sudah berada di dalam heli.
Namun, tiba-tiba mesin heli yang dipiloti Kapten Penerbang Rony itu mengeluarkan suara yang janggal. "Saat hendak terbang, mesin helikopter menderu lalu terdengar bunyi krak," kata fotografer LKBN Antara yang sedang berada di heli kepresidenan dua.
Flight safety officer pun langsung mengecek kondisi heli tersebut. Setelah sekitar 5 menit diperiksa, heli dinyatakan tidak dapat digunakan.
JK bersama rombongan pun langsung turun dan menuju helikopter dua. Sedangkan rombongan yang berada di heli dua lalu pindah ke heli tiga.
Saat rombongan wartawan Istana Wapres yang menggunakan bus melintas di dermaga Indah Kiat, memang terlihat helikopter yang rusak itu teronggok di helipad. 2 Heli yang ikut dalam rombongan sudah terbang menuju PLTU Labuan, Pandeglang.
Sedangkan rombongan wartawan yang berada di bus tidak ikut ke Labuan, lantaran tidak cukupnya waktu mengejar rombongan utama JK.
Saat hendak dikonfirmasi mengenai kondisi heli, wartawan yang sudah menunggu di kediaman JK, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta, JK tidak bisa memberikan keterangan. JK yang tiba pukul 18.45 WIB langsung masuk ke rumahnya. (ary/nwk)











































