"Saya tidak mundur karena para kyai menasihati agar saya tetap mengawal PKB sampai 2010. Amanat ini tentu saya tidak bisa menolak. Karena menurut beliau, penyelamatan partai lebih utama," kata Muhaimin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/4/2008).
Menurut dia, rapat pleno tidak bisa memecat dirinya. Apalagi orang-orang yang menggelar rapat pleno adalah pengurus PKB yang SK-nya ditandatangani Muhaimin sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan dia, jika ingin menjadi ketua umum PKB, maka sebaiknya melalui prosedur yang benar yaitu muktamar, bukan dengan cara yang inkonstitusional. "Kalau mau jadi ketua umum mbok yang sabar, tunggu sampai 2010," tandasnya.
Para kyai yang meminta Muhaimin menolak mundur dan tetap mendukung Muhaimin sebagai Ketua Umum DPP PKB antara lain KH Munif Zuhri Girikusuma, Mranggen, Demak, Jateng; KH Mukhlas Dimyati, Gedongan, Cirebon, Jabar; KH Subhan Makmun, Brebes, Jateng; KH Abddul Hayyi Na'im, Jakarta; KH Syakir Hubeb, Donggala, Sulteng; KH Usfuri Ashor, Jabar; KH Aziz Mansyur, Jombang, Jawa Timur. (nvt/nwk)











































