"Saya tahu rame-ramenya sekitar jam 4.00 WIB pagi gitu. Pas datang ke warung saya. Pelakunya kira-kira 5-6 orang" ungkap saksi mata Isah (41) kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/4/2008).
Dalam aksinya, para perampok menyekap 2 satpam dan 3 pekerja yang berada dalam lingkungan gudang. Satpam disekap di ruang pengamanan, sementara 3 pekerja diikat di musala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perampok datang lewat pintu depan dan langsung melumpuhkan satpam Fahrul (35) yang sedang berjaga di pintu depan. Mereka lalu menyekap karyawan yakni Hestu, Kurnadi, dan Sulaiman di musala.
Aksi perampok itu terlihat oleh satpam Noldi (28) yang saat itu sedang patroli keliling gedung. Sontak, ia pun langsung berusaha membekuk gerombolan perampok sendirian.
Perampok yang lain tidak tinggal diam. Crass, senjata tajam (sajam) yang dibawa pun menyabet tangan Noldi.
Noldi tidak berdaya. Akhirnya dia disekap bersama Fahrul hingga polisi datang ke lokasi.
Saat detikcom berusaha mengkonfirmasi perampokan tersebut langsung ke penjaga gudang, tak seorang pun yang berani buka mulut. Mereka mengatakan agar menanyakannya ke polisi.
"Tanya saja ke polsek Mas. Sudah ditanganin sama Polsek Pasar Minggu," kata seorang satpam.
Belum ada informasi resmi berapa kerugian akibat perampokan tersebut. Namun, informasi dikumpulkan detikcom, pencuri sukses menggondol Rp 50 juta.
"Diambil dari brankas di ruangan kasir," kata Isah.
Isah menambahkan, daerah sekitar lokasi perampokan memang rawan kriminalitas. Gudang tersebut sebelumnya sudah 2 kali disatroni maling. Namun mereka hanya mengambil minuman ringan saja.
(gah/nvt)











































