JPO ini dibangun agar publik menyeberang jalan tidak dengan berlarian di tengah Jl Sudirman yang lebar dan ramai kendaraan. Intinya jelas, untuk keselamatan penyeberang dan kelancaran lalu lintas.
Namun malang benar, menyeberang lewat JPO di depan Polda bagaikan menyabung nyawa. Bagaimana tidak? Lha wong jembatan itu banyak lubangnya. Setidaknya ada 3 ruas pelat yang copot sehingga penyeberang harus ekstrawaspada. Kalau meleng sedikit, alamat celaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika penyeberang orang muda, tentu dia masih kuat untuk menyiasatinya. Tapi bagaimana dengan orang tua? Kaum difabel? Wah, pasti sangat repot.
Tak hanya JPO di depan Polda yang malang nasibnya. JPO di sejumlah ruas jalan juga setali tiga uang. Ada yang copot-copot pakunya sehingga membuat banyak orang kesandung, ada yang lepas pegangannya, ada juga yang lepas atapnya sehingga dikhawatirkan menimpa orang-orang. Ih ngeri! (nrl/nrl)











































