3 orang yang tertangkap tersebut adalah, Thamrin Siagian, Mansen Muthe, dan Nahot Harahap alias Uban.
Penangkapan 3 kawanan perampok itu diungkapkan Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mansen ditangkap selang bebera hari setelah penagkapan Thamrin di daerah Pulo Gadung Trade Center(PGTC). Sedangkan Uban ditangkap di daerah Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
"Kami masih mengejar sisa komplotan mereka yang belum berhasil ditangkap," kata Carlo.
Yang belum berhasil ditangkap, lanjutnya, ada 4 orang yaitu , Tato Purba, Angkong Sitanggang, Silalahi dan Naek Nainggolan.
Anggota dari Direskrimum Polda Metro juga mengejar para pelaku sampai ke Sumut dan hampir bisa menangkap Tato. Namun saat petugas mengarahkan tembakan, ia berhasil kabur dengan menggunakan sepeda motor.
Peristiwa perampokan ini terjadi pada 9 Februari 2008. Kawanan ini berhasil membawa kabur emas perhiasan, jam tangan, dan ponsel dari rumah Chandra di kawasan Simprug Garden, Jakarta Selatan dengan totalย Rp 3 miliar.
Sebelum menyatroni rumah Chandra yang juga pemilik Hotel Gran Mahakam itu, komplotan ini berniat merampok rumah Kol Purn Sugiri dulu. Namun aksi mereka gagal, setelah Sugiri, yang juga mantan ajudan Presiden Soeharto melepaskan tembakan ke arah pelaku.
Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti kotak parfum, jam Rolex, dan juga 2 dompet berisi 3 lembar uang Rp 50 ribu. (nwk/ana)











































