Dishub Kaji Sistem Tiket Terpadu Busway dan KRL

Dishub Kaji Sistem Tiket Terpadu Busway dan KRL

- detikNews
Kamis, 03 Apr 2008 17:29 WIB
Jakarta - Sistem tiket terpadu busway dan kereta rel listrik (KRL) tengah dikaji Dishub DKI Jakarta. Sistem ini dinilai dapat memudahkan penumpang komuter karena lebih efisien dan cepat.

"Usulan menggabungkan tiket busway dengan KRL, kami sudah sampaikan ke PT KA. Namun harus melalui kajian dulu," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Nurachman di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2008).

Untuk tahap awal,penggabungan tiket KRL dan busway baru bisa dilakukan di koridor I (Blok M - Kota) dan II (Pulo Gadung - Harmoni). "Koridor I dan II memang memungkinkan, karena beberapa halte bisa jadi titik transfer, karena bersinggungan dengan stasiun KA," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa halte yang bisa dijadikan antara lain di Kota (koridor I), Dukuh Atas (koridor I), Juanda (koridor II dan III), dan Senen (koridor II). "Di Senen bisa tapi jarak antara halte busway dengan Stasiun Pasar Senen agak jauh," lanjut Nurachman.

Untuk jangka panjang, Stasiun Jatinegara juga bisa dijadikan titik transfer, karena nantinya akan dilalui koridor XII (Tanjung Priok - Pluit). "Kalau Tanah Abang sulit, karena belum ada rencana busway lewat sana," sambung dia

Dengan sistem terpadu ini, penumpang KRL yang hendak berpindah moda ke busway cukup satu kali membeli tiket. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Sayangnya sistem ini sulit diterapkan untuk KRL lingkar kota atau Ciliwung Blue-Line.

"Kalau kereta lingkar sulit, karena titik-titik pertemuannya tidak memadai," pungkas Nurachman. (rdf/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads