Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Edwardi, kepada detikcom Kamis (3/4/2008). Menurutnya, dana bantuan tersebut digunakan untuk sosialisasi pemberantasan flu burung dan pengadaan vaksin serta disinfektan.
"Selain itu, dana itu juga kita gunakan untuk membiayai pelatihan masyarakat untuk fasilitator penanggulangan flu burung di kawasan yang terkena wabah flu burung," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang juga sedang berlangsung pelatihan untuk 140 orang tenaga penanggulangan cepatย flu burung yang nantinya akan bekerja di tengah masyarakat," kata dia.
Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil, ketika dihubungi detikcom mengatakan seluruh biaya perawatan pasien suspect dan positif flu burung di RS M Djamil ditanggung oleh pemerintah.
"Jadi, keluarga pasien tidak perlu khawatir bila ada anggota keluarganya dirujuk ke rumah sakit. Seluruh biaya bisa diklaim ke Departemen Kesehatan," katanya.
RSUP Dr. M. Djamil Padang termasuk satu dari 9 rumah sakit di Indonesia yang dijadikan tempat rujukan penanganan pasien flu burung. Bulan depan, RS Ahmad Mochtar Bukittinggi juga akan menyusul menjadi rumah sakit rujukan penanganan flu burung.
(yon/djo)











































