"Ya, Pak Akbar mempersiapkan diri," ujar Alfan dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (3/4/2008). Akbar melirik kursi capres karena merasa masih memiliki sesuatu yang ingin dia abdikan kepada bangsa dan negara.
"Karena pengabdian Pak Akbar belum tuntas untuk bangsa ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang benar kalau tidak ada partai yang mendukung pencalonan Pak Akbar itu peluangnya tipis. Pak Akbar yang orang di luar parpol akan berusaha keras mendapat dukungan parpol dan mematahkan budaya politik bahwa pemimpin itu harus orang Jawa, jika mau maju sebagai capres," ujar Alfan.
Alfan juga berkeyakinan Akbar merupakan tokoh yangย diperhitungkan mengingat di Indonesia tokoh politik yang populer masih tokoh lama.
Dikatakannya, walaupun tingkat kepopuleran Akbar tidak seperti SBY dan JK, tapi Akbar politisi yang berpengalaman di bidang kemahasiswaan, pemuda, pemerintahan dan DPR.
"Tidak ada tokoh yang memiliki pengalaman lengkap seperti Pak Akbar," jelas Alfan.
Jika Akbar diminta mencalonkan diri menjadi cawapres bukan capres, Alfan mengatakan Akbar bisa saja pindah haluan.
"Semuanya bisa terjadi. Akbar politisi yang rasional dan tidak selalu terpaku pada pilihan politik saja. Semuanya tergantung pada publik," tutup dosen Fisip di Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini.
(nik/nrl)










































