Bentrokan berawal dari aksi demo ratusan pendukung Abdul Gafur di depan kantor gubernur Maluku, Jl Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (3/4/2008) sekitar pukul 11.00 WIT.
Massa Gafur ini datang untuk meminta klarifikasi pernyataan pejabat Gubernur Malut, Timbul Pujianto, yang menyatakan penyelesaian Pilkada Malut oleh DPRD hanya wacana. Pernyataan itu disampaikan Timbul di depan massa pendukung Thaib Armayn, Rabu 2 Maret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah bentrokan lebih meluas, polisi mencoba melerai kedua kelompok. Namun kedua kubu tersebut sama-sama ngotot dan tidak ada yang mau mengalah. Polisi akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Namun entah bagaimana, tiba-tiba salah seorang pendukung Thaib roboh bersimbah darah. Dia mengalami luka tembak pada bagian paha.
Polisi selanjutnya menghalau massa Thaib dari depan kantor gubernur Malut. Setelah berhasil didorong, massa Thaib saat ini berkumpul di Jl Nukila, sekitar 100 meter dari lokasi bentrokan. "Mereka (pendukung Thaib) tidak memiliki izin berunjuk rasa," kata Kapolres Ternate, AKBP Ahmad Mahendra.
Hingga pukul 13.00 WIT, suasana di sekitar kantor Gubernur Ternate masih tegang. Polisi terus melakukan penyisiran dan meminta massa Thaib membubarkan diri. (djo/nrl)











































