"Saya kebetulan bertemu dengan para pendemo itu di Bandara. Saya iseng tanya, katanya demo money changer tapi money changer itu apa sih. Eh mereka bilang nggak tahu. Kata mereka, mereka memang harus demo money changer," kata pengamat transportasi dan kebijakan publik Agus Pambagyo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (3/4/2008).
Demo digelar lantaran PT Angkasa Pura II merelokasi 11 loket money changer di terminal II D dan E bagian kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 11 Loket tersebut akan dipindah ke lokasi setelah pemeriksaan customer (daerah publik) terminal D dan E bagian kedatangan. Relokasi dilakukan mulai mulai 1 April 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang kursnya tidak sama. Misalnya harusnya Rp 9.000 malah dikasih Rp 8.000. Struknya beda dengan uangnya. Para TKI itu kan kebanyakan orang desa yang tidak tahu apa-apa jadi ya gampang dibohongi. Dan mereka itu (penjual jasa money changer) patut diduga memeras," lanjut Agus.
Para calo, sambungnya, bebas berkeliaran di bandara lantaran memiliki pas bandara yang dikeluarkan Ad Bandara. Dia pun mengimbau pihak bandara untuk lebih selektif dalam mengeluarkan pas bandara.
"Kalau sudah direlokasi, ditaruh luar setelah Bea Cukai maka bisa mengurangi mata rantai ini. Tapi juga harus diikuti pemberian pas bandara yang selektif agar para calo nggak lagi berkeliaran," ucap dia.
(nvt/ana)










































