Namun kans Akbar dalam ajang pilpres dinilai tipis. Pilihan menjadi cawapres paling pas diambil Akbar.
"Kans untuk capres tipis dan agak berat karena dia maju masih mengandalkan dirinya sendiri. Nggak cukup dengan modal pribadi kecuali dia menjadi cawapres berpasangan dengan tokoh populer," ujar Direktur Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bang Akbar masih menyimpan gairah politik dan dia masih punya niat untuk itu (maju menjadi capres). Oleh karena itu Bang Akbar ingin masuk ke kalangan itu," jelas Qodari.
Namun, langkah untuk menjadi capres, lanjut Qodari masih terseok karena Akbar tidak mempunyai kendaraan politik. "Kalau sosok personal semua mengakui Akbar sosok berguna tapi kendaraan politik dia tidak ada. Untuk cawapres dia masih bisa dihitung oleh karir politik yang panjang," ucap Qodari.
Qodari menyarankan Akbar menempel pada capres yang sudah terkenal agar lolos dalam Pilpres 2009. "Bisa dengan SBY, Mega dan Wiranto," ujar Qodari.
(nik/nrl)











































