"Bakteri Enterobacter Sakazakii itu bisa sebabkan sakit pada kondisi yang spesifik yang merupakan wabah di area-area yang merawat bayi dalam kondisi sakit atau sangat lemah," ujar peneliti mikrobiologi FK UI Pratiwi S.
Dia mengatakan itu dalam jumpa pers bersama BP POM di gedung Depkominfo, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayi ini sangat lemah dan sebagian besar tetap dalam satu bangsal namanya neonatus intensive care unit. Tidak ada yang secara kebetulan ES serang bayi yang berada seperti di rumah dan di pemukiman," jelas Pratiwi.
Dituturkan Pratiwi, berdasarkan data WHO, ES bisa terjadi dalam 1: 10 miliar. "Jadi kemungkinannya sangat-sangat kecil untuk terkena bakteri itu pada setiap orang," kata Pratiwi.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sukman Tulus Putra menyebut diare pada anak-anak di Indonesia tidak pernah dilaporkan disebabkan oleh ES.
"Jadi diare pada anak-anak itu penyebabnya bakteri lain dan virus," ujar Sukman. (nik/mar)











































