Karena itu pula, tudingan ada orang dekat Jusuf Kalla dalam pelengseran Muhaimin Iskandar dari kursi Ketum PKB dibantah keras Aksa. Menurutnya, tudingan itu tidak berdasar dan cenderung menyalahkan orang lain.
"Apa untungnya kita ikut-ikut di situ. Tidak ada sedikitpun relevansinya saya ikut-ikut membicarakan hal itu. Jadi tidak benar itu," kata Aksa kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konflik sekarang ini kan ibarat anak sama bapak. Tidak usahlah ikut campur. Saya yakin Gus Dur sangat bijaksana dan memiliki pertimbangan untuk menyelesaikan masalah ini," sambung ipar Wapres JK ini.
Aksa mengenang usaha dia yang berusaha mengislahkan konflik PKB yang melibatkan Ali Shihab - Choirul Anam dengan Gus Dur beberapa waktu lalu.
"Dulu waktu konflik Anam dan Alwi dengan Gus Dur, saya mau mencoba menjembatani untuk islah. Tapi Gus Dur katakan itu di media, Aksa jangan kau campuri intern PKB. Urus saja Golkar. Sejak itu saya tidak mau urus-urus lagi PKB," kenangnya.
Aksa mengakui, meski tidak ikut campur dalam masalah PKB, namun silaturahmi dengan Sekjen PKB Yenni Wahid dan Muhaimin Iskandar tetap berjalan.
"Silaturahmi tetap jalan. Saya ketemu Muhaimin, ketemu Yenni," pungkasnya. (nvt/ana)











































