Meski Ekonomi Sulit, Masyarakat Mampu Sumbang Rp 767.272

Meski Ekonomi Sulit, Masyarakat Mampu Sumbang Rp 767.272

- detikNews
Rabu, 02 Apr 2008 13:29 WIB
Jakarta - Tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia pada tahun 2007 masih cukup tinggi. Tercatat jumlah rupiah yang disisihkan untuk menyumbang selama 2007 Rp 767.272 per orang per tahun.

"Rate of givingnya itu 99,6 persen dari 2.500 responden. Itu berarti responden kita banyak yang menyisihkan uang untuk menyumbang selama tahun 2007," ujar peneliti Public Interest Research and Advocacy Center (Pirac) Hamid Abidin.

Hal itu disampaikan Hamid dalam pemaparan hasil survei "Pola dan potensi sumbangan masyarakat" di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hamid, tingkat kedermawanan masyarakat pada 2007 menurun 0,2 persen dari tahun 2004 lalu. Penurunan ini tidak terlalu signifikan.

Tingkat kedermawanan masyarakat tersebut, diimbuhkan Hamid, dapat dilihat dari orang yang menyisihkan pendapatan per bulan untuk menyumbang yang juga meningkat. Tahun 2004 orang yang menyisihkan uangnya sebanyak 16,3 persen. Sedangkan tahun 2007 meningkat 43,4 persen.

Dengan meningkatnya jumlah orang yang menyumbang, meningkat pula jumlah uang yang disisihkan. "Pada tahun 2004 dana yang disisihkan Rp 663.661 per orang pertahun. Sedangkan tahun 2007 menjadi Rp 767.272 per orang per tahun. Ini menununjukkan animo menyumbang masyarakat masih tinggi di tengah kondisi ekonomi yang sulit," jelas Hamid.

Dalam penelitian ini, lanjut Hamid, dilakukan Pirac pada 2.500 responden di 11 kota besar di Indonesia. 11 Kota itu adalah Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, Makasar, dan Menado.

Metode penelitian yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan metode pengumpulan data wawancara tatap muka. Penelitian ini dilakukan selama Juni hingga Desember 2007. Pirac memperbarui penelitian ini setiap 3 tahun sekali, dan penelitian yang hari ini dipublikasikan merupakan survei yang ketiga.

"Tujuannya untuk mengetahui potensi masyarakat dalam menyumbang dan perubahan pola masyarakat dalam menyumbang. Manfaatnya yaitu untuk lembaga sosial atau amal yang ingin menggalang dana," kata Hamid.

Dalam penelitian ini, sumbangan dibagi dalam 3 kategori. Pertama, sumbangan individu  seperti keluarga, teman, orang yang sedang kesulitan dan pengemis.

Kedua, sumbangan keagamaan seperti zakat, pembangunan tempat ibadah, organisasi keagamaan.

Ketiga, sumbangan non keagamanan atau umum seperti bencana alam, perbaikan lingkungan, layanan sosial dan lain-lain.
(nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini