"Satu sisi fitna itu tidak benar. Tapi sisi lain juga kritik pada umat Islam hendaknya menghadapi masalah tidak dengan tindakan destruktif," kata Komarudin usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/4/2008).
Komaruddin yang mengaku sudah melihat film tersebut menilai apa yang disajikan merupakan fakta semua. Potongan ayat Alquran yang dikutip atas tindakan tersebut pun dinilai benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komaruddin juga menyesalkan kenapa anggota parlemen Belanda Geert Wilders tidak juga menampilkan tindak kekerasan yang dilakukan Israel di Palestina dan tentara Amerika Serikat di Irak.
"Mengapa itu tidak ditampilkan. Ini seperti ada kesengajaan menyudutkan satu pihak dan menutupi yang lain," tuturnya.
Atas penayangan itu, Komaruddin menegaskan, Barat perlu diberi pelajaran yang telah mengatasnamakan kebebasan berekspresi. Komaruddin pun menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk jangan terpancing atas tindakan Wilders itu.
"Boikot saja, itu lebih elegan dan dampaknya juga lebih telak daripada bakar-bakaran. Itu malah terpancing," pungkasnya. (ary/mly)











































