Tidak seperti minggu lalu, para pendukung ini tidak mengenakan kaos berwarna hitam yang bertuliskan Front Persatuan Nasional (FPN).
Selain pendukung Musaddeq, ratusan polisi berseragam dari Polres Jaksel dan Polda Metro berjaga-jaga. Mereka tersebar di dalam dan luar gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kok tumben diperiksa? "Ya ini ada sidang Musaddeq. Takutnya ada yang bawa pentungan, ada yang bawa golok," kata salah satu polisi kepada detikcom, Rabu (2/4/2008).
Pengunjung tidak hanya harus diperiksa di gerbang. Saat memasuki pintu masuk gedung pengadilan mereka kembali menjalani pemeriksaan barang bawaan dan harus melewati pintu metal detector.
Mulai pukul 10.00 WIB, satu persatu anggota FPI yang mengenakan pakaian putih-putih berdatangan. Salah satu dari mereka mengenakan rompi bertuliskan "Pemburu nabi palsu tangkap dan bunuh".
Sementara itu pintu di ruang sidang utama terkunci. Padahal biasanya pintu di ruang ini terbuka dan kursi pengujung sudah terisi penuh. Namun kini pemandangan terlihat berbeda, ruang sidang Garuda masih kosong melompong.
Sidang yang diketuai majelis hakim Zahrul Rabain, yang juga ketua PN Jaksel, hingga pukul 10.35 WIB belum dimulai. Musaddeq juga belum terlihat di ruang tahanan. (mly/nrl)










































