Penegasan itu disampaikan Ketua DPW PKB Riau, Rizal Akbar, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (2/4/2008).
"Saya sendiri sampai saat ini masih ada di Pekanbaru. Jadi itu (meminta Yenny dipecat) tidak benar," ungkap Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nama kami ini dicatut-catut oleh kelompok-kelompok tertentu. Padahal kami tidak pernah dihubungi pihak mana pun, termasuk kaukus itu," ungkap Rizal.
Sebelumnya kaukus yang mengklaim terdiri dari 15 DPW PKB, meminta Yenny, Sigid Haryo Wibisono, Muslim Abdurrahman, Aris Junaidi, Fransiscus Taslim dan Arthalyta dipecat. Mereka menilai, keberadaan orang-orang tersebut telah membuat PKB terpecah.
Penegasan tersebut disampaikan kaukus ini saat menggelar jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin 1 Maret. Mereka mengaku terdiri dari pengurus DPW PKB Sulawesi Tengah, DPW PKB Sulawesi Barat, DPW PKB Jawa Timur, DPW PKB Jawa Tengah, DPW PKB Jawa Barat, DPW PKB DKI Jakarta, DPW PKB Nanggroe Aceh Darussalam, DPW PKB NTB, DPW PKB NTT, DPW PKB Kalimantan Tengah, DPW PKB Lampung, DPW PKB Kalimantan Barat, DPW PKB Sulawesi Tenggara, DPW PKB Riau, dan DPW PKB Kepulauan Riau. (cha/djo)











































